Berita & Kegiatan

Balai TNGHS Laksanakan Webinar Konsultasi Publik Hasil Kajian Kerawanan Opened Area di Kawasan TNGHS

Loji. Kamis, 28 April 2022. Memasuki minggu terakhir di Bulan Suci Ramadhan 1443 H, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) melaksanakan Webinar konsultasi publik hasil kerawanan area terbuka (opened área) di Kawasan TNGHS yang difasilitasi oleh Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi-Ditjen KSDAE. Kegiatan ini memiliki maksud untuk menyebarkan informasi terkait hasil kajian kerawanan opened área di Kawasan TNGHS yang telah dilakukan oleh tim kajian Balai TNGHS dengan tujuan untuk mendapatkan saran dan masukan dari penanggap dan peserta untuk perbaikan dokumen kajian dimaksud.

Kajian kerawanan opened área Kawasan TNGHS difokuskan pada kawasan hutan yang rawan menjadi area terbuka yang disebabkan oleh faktor antropogenik (tindakan atau kelalaian manusia), dengan kategori perambahan kawasan untuk pemanfaatan perladangan dan perkebunan, dan dilaksanakan melalui lima (5) tahapan metode, yaitu pengumpulan data, peningkatan kapasitas tim pelaksana, on-desk analysis, validasi data, dan konsultasi publik. Adapun perangkat yang digunakan dalam analisa data meliputi Ms. Excel, ArcGis 10.3, dan MaxEnt 3.4.1. dengan metode analisis data yang digunakan adalah Analisa Spasial, Pemodelan (modelling) dan Analisa Tumpang Susun (overlay).

Webinar dibuka oleh Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ahmad Munawir, S.Hut, M.Si., dan dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, di antaranya para akademisi, praktisi, dan ASN dari lingkup Ditjen KSDAE.  Selanjutnya, dalam pelaksanaannya, webinar berjalan lancar dengan diskusi yang berjalan secara dinamis.

Berdasarkan hasil tanggapan dan masukan, baik dari penanggap, Prof. Lilik Budi Prasetyo, maupun dari para peserta, tim kajian akan menyempurnakan dokumen hasil kajian kerawanan opened área yang telah disampaikan. Diharapkan, hasil penyempurnaan kajian kerawanan berserta rekomendasinya ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan utama Balai TNGHS dalam melakukan intervensi manajemen melalui penyusunan strategi, program, dan kegiatan pengendalian kerawanan area terbuka di Kawasan TNGHS.

Artikel Lain Yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.