• Depan
  • › Model Kampung Konservasi

Model Kampung Konservasi

Model Kampung Konservasi

 

SELAYANG PANDANG MODEL KAMPUNG KONSERVASI

Model Kampung Konservasi merupakan terjemahan Model Desa Konservasi (sebuah pendekatan pengelolaan kawasan konservasi yang dilakukan Direktorat Jenderal PHKA) yang diimplementasikan oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak.  Muncul sebagai model manajemen untuk menjawab perubahan paradigma pengelolaan kawasan konservasi dengan menggandeng masyarakat sekitar dan di dalam kawasan untuk mengelola dan menjaga kawasan TNGHS.

Model Kampung Konservasi merupakan model kampung yang di dalamnya bisa melakukan aktivitas perlindungan secara mandiri, menjaga ekosistem yang baik dan secara ekonomi bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Visi yang diusung adalah Masyarakat hidup bersama Taman Nasional.

Implementasi MKK memperhatikan pilar kesepakatan ruang dan peningkatan kesadaran masyarakat dengan menggunakan tiga alat berupa:

  • Melakukan restorasi atau rehabilitasi kawasan TNGHS yang terdegradasi dengan melibatkan masyarakat lokal
  • Melakukan observasi partisipatif dengan melibatkan masyarakat lokal
  • Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di TNGHS

INISIASI MKK

MKK dimulai sejak tahun 2004 dengan persiapan dan pendidikan petugas Taman Nasional. Pada tahun 2005 diadakan persiapan sosial di dua desa yaitu Desa Sirnaresmi (masyarakat adat) dan Desa Cipeuteuy (masyarakat non adat) yang menghasilkan guideline MKK ke Kampung Konservasi. Kemudian Desa Gunung Malang dipertimbangkan sebagai lokasi MKK dengan mempertimbangkan keterlibatan lembaga swadaya masyarakat LATIN sebagai pendamping masyarakat. Implementasi MKK pun dimulai sejak tahun 2006 yang berkembang dengan sistem kolaborasi bersama dengan Pemda sejak 2008. Pada 2008 Sistem Dukungan Masyarakat Hulu (SISDUK) untuk income generating pun dikembangkan serta replikasi MKK ke Kampung Konservasi pun dilaksanakan dengan berbagi pengalaman ke Taman Nasional lain. Saat ini telah tercatat sebanyak 26 MKK di TNGHS.