Air Bersih Itu Tak Ada Lagi

“Beningnya air, segarnya rasa, bersihnya sungai, semuanya kini tinggal kenangan”

Rentang waktu 2 dekade yang lalu, orang-orang di Kampung Ciguha menggantungkan kebutuhan air bersihnyapada Sungai Ciguha.Kampung Ciguha ini berada di Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Gunung Botol, Seksi Wilayah II Bogor.Sungai Cigua berair bersih, warnanya bening dan jernih seperti kaca, seolah kehidupan dasar sungai itu tergambar dengan jelas.

Masyarakat Ciguha memanfaatkan air sungai itu untuk berbagai macam keperlua rumah tangga, seperti  mandi, mencucui hingga -memasak.Bahkan bukan itu saja,  aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan di sungai tersebut juga menjadi salah satu cara untuk berinteraksi diantara penduduk kampung. Sebagai contoh, saat mencuci pakaian biasanya dilakukan beramai-ramai. Sembari mencuci, mereka saling bercerita tentang banyak hal dalam kehidupannya dan bersenda gurau.

Namun kini, keceriaan mereka jarang dapat dijumpai.Kondisi ini bukan tanpa sebab. Kampung dimana mereka tinggal yang termasuk dalam kawasan Halimun Salak, mengandung mineral tambang yang sangat besar yaitu emas. Bahan tambang ini bagaikan pundi-pundi uang karena nilai jualnya yang tinggi. Rupanya, kemilau sang emas sangat menggoda masyarakat Ciguha. Sebagian dari mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan bahan tambang tersebut. Dalihnya, untuk mengangkat perekonomian mereka.

IMG_0120

Aktivitas penambangan yang mereka lakukan masih sangat sederhana. Peralatan di disain dan di buat sendiri. Bahan kimia yang digunakanadalah yang yang dijual bebas di pasar. Tentu saja, penambangan ini dilakukan tanpa memiliki ijin resmi dari instansi yang berwenang, yaitu Kementerian Ekonomi dan Sumber Daya Mineral.Pengolahan bahan tambang mereka lakukandengan menggunakan air sungai Ciguha. Limpah pengolahan juga dibuang langsung ke sungai tersebut. Dampaknya, masyarakat Ciguha kehilangan sumber air bersih. Air yang semula jernih dan sehat, berubah menjadi kecoklatan dan tak layak untuk digunakan.

Medio April lalu, tepatnya tanggal 8 sampai dengan 12 April 2013, beberapa petugas taman nasional melakukan kegiatan monitoring kualitas air di sungai Ciguha. Tujuannya, untuk untuk mengetahui kualitas air sungai Ciguha setelah terkena dampak dari aktivitas penambangan emas tanpa ijin tersebut.

Monitoring dilakukan dengan mengambil sampel air, mulai dari hulu tengah, tengah sungai dan bagian hilir. Kemudian sampel air sungai itu dibawa ke laboratorium untuk diuji kualitas airnya, sesuai standar baku mutu air yang layak untuk dikonsumsi.

Kualitas air menunjukkan mutu atau kondisi air untuk tujuan atau keperluan tertentu. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja, Perkantoran dan Industri, mendefinisikan bahwa air bersih adalah  air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.

Uji laboratorium terhadap sampel air dari sungai Ciguha dilakukan dengan 2  parameter yaitu fisika dan kimia dan biologi.

  • Parameter fisika meliputi kekeruhan, rasa, bau dan warna. Secara fisika, air yang memiliki kualitas baik adalah jernih, air yang tidak berasa (normal), tidak berbau dan jernih.
  • Parameter kimia meliputi derajat keasaman (pH), air raksa (Hg), timbal (Pb),  besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn) dan . Air yang secara kimia berkualitas baik adalah  jika memiliki pH 6,5 hingga 9,0 dan kesadahan di bawah  500 serta kandungan bahan kimia di bawah ambang batas.

Selain dari aktivitas penambangan illegal, kualitas air bisa dipengaruhi oleh kondisi cuaca ketika pengambilan sampel serta aktivitas manusia di sekitar sumber air. Ketika turun hujan maka massa air akan bertambah sehingga mempengaruhi kandungan zat setiap satuan volumenya.Hasil uji laboratorium terhadap kualitas air Sungai Ciguha, sebagaimana tabel berikut.

IMG_0190

Kualitas air menunjukkan mutu atau kondisi air untuk tujuan atau keperluan tertentu. Definisi air bersih berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja, Perkantoran dan Industri yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.

Uji laboratorium terhadap sampel air dari sungai Ciguha dilakukan dengan 2  parameter yaitu fisika dan kimia dan biologi.

  • Parameter fisika meliputi kekeruhan, rasa, bau dan warna. Secara fisika, air yang memiliki kualitas baik adalah jernih, air yang tidak berasa (normal), tidak berbau dan jernih.
  • Parameter kimia meliputi derajat keasaman (pH), air raksa (Hg), timbal (Pb),  besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn) dan . Air yang secara kimia berkualitas baik adalah  jika memiliki pH 6,5 hingga 9,0 dan kesadahan di bawah  500 serta kandungan bahan kimia di bawah ambang batas.

Selain dari aktivitas penambangan illegal, kualitas air ini juga bisa dipengaruhi oleh kondisi cuaca ketika pengambilan sampel serta aktivitas manusia di sekitar sumber air yang diambil sampelnya. Ketika turun hujan maka massa air akan bertambah sehingga mempengaruhi kandungan zat setiap satuan volumenya.

Berikut ini hasil uji laboratorium terhadap kualitas air sungai Ciguha.

No

Parameter

Satuan

 

Baku Mutu Badan Air *)

Hasil Pemeriksaan 

Gol. I

Gol. II

Gol. III

Gol. IV

FISIKA :

1

Kekeruhan

mg/l

104

2

Rasa

mg/l

Keset

3

Bau

mg/l

Bau tanah

4

Warna

NTU

345

KIMIA :

1

Derajat Keasaman (pH)

6 – 9

6 – 9

6 – 9

5 – 9

8.23

2

Air Raksa (Hg)

mg/l

0.001

0.002

0.002

0.005

<0.001

3

Timbal (Pb) **)

mg/l

0.03

0.03

0.03

1

<0.030

4

Besi (Fe) **)

mg/l

0.3

1.71

5

Tembaga (Cu) **)

mg/l

0.02

0.02

0.02

0.2

0.016

6

Seng (Zn) **)

mg/l

0.05

0.05

0.05

2

0.874

7

Sianida (CN)

mg/l

0.02

0.02

0.02

0.091

Ket :

  • Kandungan beberapa  logam berat pada air sungai Ciguha berada di atas ambang batas baku mutu badan air
  • *) Baku mutu Badan Air menurut Peraturan Pemerintah No 82 Ttahun 2001
  • **) Terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional)
  • (Sumber : Laboratorium Pengujian Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB, Divisi Teknologi dan Manajemen Lingkungan)

Berdasarkan hasil uji kualitas air di atas, dapat disimpulkan bawha Sungai Ciguha memilki kualitas air sungai yang sangat tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat. Air sungai ini juga tidak dapat digunakan dalam kehidupan rumah tangga. Selain keruh, air Ciguha juga berbau tanah, rasanya keset, tingkat keasaman (PH) air diatas ambang batas yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. Kondisi kimia lain juga menyatakan serupa bahwa kadar zat besi (Fe); seng (Zn) dan sianida (Cn) melampaui ambang batas baku mutu badan air. Dengan kata lain, Sungai Ciguha sudah tercemar oleh kandungan-kandungan logam berat yang berasal dari maraknya aktifitas penambangan illegal (PETI) yang dilakukan oleh masyarakat.

Apa yang mereka tanam, itu yang mereka panen. Ungkapan ini pas sekali bagi masyarakat Ciguha. Merekatidak lagi dapat melihat beningnya air, segarnya rasa dan bersihnya sungai Ciguha.